Showing posts with label cerita porno. Show all posts
Showing posts with label cerita porno. Show all posts

Tuesday, 5 April 2016

Promo Agen Bola Online Acehbet Terpercaya Bonus 100%

Dapatkan Bonus 100% Dari Agen Judi Online Acehbet Terpercaya


Dapatkan bonus 100% dari jumlah deposit pertama hanya khusus sportsbook SBOBET / IBCBET.
Bagaimana cara klaim??
  1. Daftar akun baru Agen Bola di www.acehbet.com
  2. Pilih jenis permainan sportsbook ( Sbobet / Ibcbet )
  3. Lakukan deposit pertama dan konfirmasi ke CS untuk mengikuti promo ini.
Syarat dan Ketentuan
  1. Minimal deposit IDR 50.000,- dan berlaku kelipatan.
  2. Maksimal bonus sebesar IDR 200.000,- per member.
  3. Syarat Withdraw harus mencapai turnover sebanyak 12x dari jumlah deposit + bonus.
  4. Turnover yang diperhitungkan SEMUA PERMAINAN SPORTSBOOK.
  5. Jika menang ½ atau kalah ½ maka turnover akan dihitung ½ nya juga, jika DRAW tidak di hitung ke dalam Turnover.
  6. Apabila kedapatan bertaruh di dua sisi ( Atas & Bawah ), maka bonus akan ditarik kembali beserta hasil kemenangan dan hanya dikembalikan modal awal.
  7. Tidak boleh Bet Parlay , jika ketahuan bet parlay bonus akan hangus beserta dana nya.
  8. Jumlah Bonus dan hasil kemenangan akan ditarik apabila deposit dan persyaratan turnover tidak terpernuhi dalam waktu 30 hari setelah bonus dimasukkan kesaldo Anda.
  9. IP Address tidak boleh sama antara satu pemain dengan pemain lainnya.
  10. Acehbet berhak membatalkan promo ini kapan saja, baik untuk semua pemain maupun individu jika terdapat kecurangan.
  11. Mengacu kepada Ketentuan dan Peraturan.
Agen Bola Acehbet Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehbet Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Bola Judi Online Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


Wednesday, 24 February 2016

Saipul Jamil Akhirnya Mengaku Minta Di "Karaoke"

Selamat Datang Di Acehpoker Agen Judi Online Terpercaya


Acehpoker - Penyanyi dangdut terkenal, Saipul Jamil, Akhirnya mengakui perbuatan tak senonohnya terhadap seorang ABG berumur 17 tahun, Dalam pemeriksaan setelah adanya pelaporan dari orang tua korban, Saipul mengaku khilaf dengan perbuatan tersebut.

Duda dari Dewi Persik itu pun dengan lemas menjawab sembari mengangguk-anggukkan kepala. Dia pun akhirnya mau mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya.

"Saya khilaf," tutur Saipul Jamil dengan nada lemah.

Berdasarkan laporan yang ada di kepolisian, korban pertama kali bertemu duda Dewi Persik itu di sebuah acara musik dangdut sekitar 2 atau 3 minggu lalu.

"Kurang lebih 2-3 minggu lalu, korban dan pelaku diduga sudah 3 kali ketemu. Di situ korban mengaku bahwa disuruh mijit oleh Saipul Jamil, setelah itu ada permintaan-permintaan hoho hihi," terang Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly.

Sementara saat kejadian, korban dan rekannya bertandang ke kediaman Ipul di Jalan Kelapa Puan Timur, RW 12 Kelurahan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Utara. Korban yang masih berstatus pelajar menelepon orangtuanya pukul 04.00 WIB. Dia menceritakan tentang kelakuan Saipul Jamil yang kurang ajar tersebut.

Dia mengaku telah dipaksa 0r4l s3k5 oleh Saipul Jamil.

Mengetahui hal itu, keluarga korban mendatangi rumah Ipul dan memergokinya sedang melakukan oral seks ke anaknya. Orangtua DS kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kelapa Gading. Polisi sedang melakukan visum terhadap korban.

"Sementara baru satu korban yang ada. Saat ini, ada tiga saksi yang sedang di periksa, N, AR, dan AM. Dua asisten dan satu pembantu," ujarnya pada wartawan, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, dari ketiga saksi yang diperiksa itu, satu saksi diantaranya melihat Saipul Jamil memaksa agar anunya di "karaoke" oleh korban.

Saat ini, saksi itu pun masih dimintai keterangannya secara intensif. "Ada saksi yang melihat si SJ ini. Dia pembantu dan masih diperiksa, mohon sabar," tutupnya.

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini
Ayo Buruan Dapatkan Bonus-Bonus Terbesar Di Agen Acehpoker

Tuesday, 23 February 2016

Nikah Siri Tanpa Ijin, Burung Pria Ini Langsung Disembelih Istri Pertamanya

Selamat Datang Di Acehpoker Agen Judi Online Terpercaya


Acehpoker - Api cemburu memang terkadang bisa berubah menjadi perilaku sadis jika emosi sudah tak tertahankan, seperti kejadian dalam kisah nyata ini: Ketika seorang istri nekat memotong burungnya suami karena sakit hati setelah suaminya diam diam nikah lagi, seperti ini kah yang harus dilakukan seorang istri kepada suaminya?

Hal ini terjadi karena kecemburuannya yang sangat besar kepada suami, ya anda juga pasti tahu . orang kalau lagi cemburu ga bisa menyeimbangkan mana yang fikiran dan mana yang perasaan, atau bisa juga di sebut dengan emosi sesaat yang ujung ujung nya muncullah rasa penyesalan.

Endah (49), istri yang memotong alat kelamin suaminya, Endang (51) diamankan di Polsek Sumber Jaya, Lampung Barat, Kamis (18/6/2015) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Sumber Jaya, Komisaris Ruzwa Bahri, membenarkan perihal penangkapan tersangka Endah dan sudah diamankan di Mapolsek Sumber Jaya.

Menurut Ruzwa Bahri, penangkapan tersangka Endah berawal ketika ada seorang warga melihat seorang perempuan berjalan di jalan raya wilayah Sumber Jaya, Lampung Barat, yang ternyata adalah Endah, istri kedua Endang--korban yang kemaluannya dipotong.

Aparat keamanan yang mendengar informasi langsung menuju lokasi.

"Kami amankan dia di jalan raya saat sedang berjalan kaki," kata Ruzwa saat dihubungi via telepon, Jumat (19/6/2015).

Sementara itu kondisi Endang (49), warga Pemangku Utama II, Pekon Puralaksana, Waytenong, Lampung Barat, yang kemaluannya dipotong istri keduanya, kini berangsur membaik.


Meski begitu, polisi belum bisa memintai keterangan Endang untuk mendalami kasus pemotongan alat vital korban oleh istri keduanya bernama Endah (51). Endang masih shok dan selalu menangis jika ditanyai seputar peristiwa yang menimpanya. Baik ditanyai polisi, ataupun oleh sanak keluarganya.

Edi (21), anak Endang dari istri pertama, menerangkan, saat ini kondisi ayahnya sudah membaik. Meskipun untuk aktivitas seperti makan dan mandi, belum bisa dilakukan secara normal. Untuk buang air, Endang menggunakan selang kecil yang dipasang dokter.

"Dipasang selang untuk buang air seni, sejak Senin pagi. Pas sampai di rumah sakit, malam harinya langsung dioperasi untuk membersihkan daerah kemaluannya supaya tidak infeksi," kata Edi, Rabu (17/6/2015).

Korban dirujuk ke RS Handayani, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (15/6/2015) sekitar pukul 07.00 WIB, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Fajar Bulan.

Meski secara fisik berangsur baik, Endang sepertinya masih trauma atas peristiwa yang menimpanya. Jika ditanyai kronologi masalah oleh sanak saudara tentang masalah yang berujung pemotongan ala vital tersebut, Endang akan langsung menangis sesenggukan.

Meskipun kejadian ini sudah beberapa waktu lalu namun ambilah pelajaran untuk berhati-hati dalam membangun hubungan keluarga, salam hangat dari admin.


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini
Ayo Buruan Dapatkan Bonus-Bonus Terbesar Di Agen Acehpoker

Monday, 22 February 2016

Bukan cuma Kalijodo, Senayan Golf Driving Range dilibas Ahok untuk Hutan Kota

Judi Online Acehpoker.com - Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) merelakan arena Senayan Golf Driving Range untuk dijadikan hutan kota. Arena ini telah resmi ditutup sejak tanggal 1 Februari 2016 lalu.


Dirut PPK GBK Winarto mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan kawasan seluas 46.666 meter persegi atau 4,6 hektar tersebut sebagai hutan kota. Kawasan yang pengelolaannya di bawah Setneg itu akan dijadikan ruang terbuka hijau.

"Kami kembalikan fungsinya sesuai Perda nomor 1 tahun 2014 sebagai lahan konservasi hijau. Sekarang namanya zona hijau rekreasi," kata Winarto di Senayan Golf Driving Range, GBK, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2016).

Winarto mengatakan, nantinya kawasan ini akan terhubung langsung dengan stasiun MRT. Sehingga masyarakat akan lebih mudah menjangkau hutan kota ini.

"Kami sudah bicara dengan manajemen MRT, nanti stasiun kedua tepat di sini. Namanya stasiun GBK," ujarnya.

Winarto mengatakan, saat ini desain hutan kota belum selesai. Namun rencananya akhir bulan ini desain sudah siap dan dapat segera dilakukan peletakan batu pertama.

Sementara itu, Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono mengatakan, pihaknya akan membantu dalam menyediakan pohon. Sementara pengelolaan hutan kota akan dilakukan bersama PPK GBK dan Pemprov DKI Jakarta.

"Mudah-mudahan awal Maret kita sudah bisa mulai tanam pohonnya. Karena Bu Menteri juga sangat antusias dan berharap ini bisa segera terealisasi," ujarnya.

Arena eks Senayan Golf Driving Range ini terletak di samping Pintu 5 GBK yang terhubung dengan Jalan Jenderal Sudirman. Dari area ini dapat terlihat gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi di sekitar Senayan.

"Ini adalah mimpi baru masyarakat Indonesia, punya hutan di tengah kota yang luas. Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya ini," kata Winarto penuh semangat. 


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini

Terancam diperiksa Polisi, Daeng Azis 'Menghilang' entah kemana

Judi Online Acehpoker.com - Aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP telah melakukan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), beberapa hari lalu. Dari operasi tersebut terbukti ditemukan puluhan miras, senjata tajam juga alat kontrasepsi.


Dalam penemuan barang-barang tersebut, hingga kini pihak kepolisian belum juga memeriksa salah satu tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Aziz alias Daeng Aziz. Meskipun, barang tersebut ditemukan di tempat kafe miliknya.

"Tidak ada status apa-apa, kalau ada yang mengarah ke tindak pidana kita akan mintai keterangan sebagai saksi dulu. Belum diperiksa. Kalau pelaku tindak pidana siapapun termasuk Daeng Aziz akan diperiksa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal, di Polda Metro Jaya, Senin (22/2).

Hingga kini, kata Iqbal, pihaknya tidak tahu keberadaan Daeng Aziz. "Belum (keberadaan Daeng Aziz). Kan kita buka pos di situ kita telusuri, kekuatan kita besar di sana. Dari yang berseragam maupun yang tidak berseragam kita melakukan razia terus," tegasnya.

"Pokoknya kita sudah mengamankan beberapa orang dan masih diselidiki, apakah memenuhi unsur pidana atau tidak. Masih diamankan sebagai saksi," tambahnya.

Iqbal mengklaim atas apa yang telah dilakukan aparat gabungan beberapa hari ini, sudah lebih bersih dari sebelumnya.

"Oh iya lebih bersih. Penyakit masyarakat sudah berkurang, kami cek terus setiap hari," pungkasnya.


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini

Thursday, 18 February 2016

Gagal Selundupkan Narkoba Rp 12 Triliun di Bra

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Bonus 10.000
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)
0 share
0 tweet
0 +1
0 komentar

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. JPNN


Terorisme Salah Satu Kejahatan Terkejam dan Tanpa Belas Kasih

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Bonus 10.000
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


JAKARTA - Dunia pendidikan menjadi sasaran empuk paham radikalisme. Isu terorisme telah menjadi fenomena global yang meresahkan masyarakat dunia.

Karena itu, Universitas Indonesia (UI) menggelar diskusi ilmiah penegakan hukum bagi teroris. Pasalnya tidak hanya Indonesia saja yang pernah mengalami serangan teroris melainkan juga negara lainnya di berbagai belahan dunia.

Wakil Rektor UI Bambang Wibawarta menjelaskan, pelaksanaan diskusi ini dilatarbelakangi atas serangan teroris yang baru saja terjadi di Jakarta dan telah berulang terjadi di Indonesia.

"Terorisme merupakan salah satu bentuk kejahatan terkejam yang dilakukan tanpa belas kasihan. Korban tewas juga tidak sedikit dan mendatangkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban atas kehilangan seketika," kata Bambang, di Depok, Kamis (12/2/2016).

"Tujuan terorisme tidak lain adalah untuk mendatangkan teror atau ketakutan pada masyarakat. Sehingga penanganan atas tindak pidana terorisme perlu mendapat perhatian khusus guna memberikan kebijakan yang holistik, baik pencegahan dan penindakannya," imbuhnya.

Menurut Bambang, masalah yang dihadapi dalam penanganan terorisme adalah formulasi terkait pencegahan dan penindakan atas tindak pidana terorisme dengan nilai-nilai perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

Diakuinya, dalam mencari penyelesaian atas masalah tersebut, maka perlu dilakukan diskusi dengan pendekatan empiris dan normatif. Normatif dalam hal ini akan mengkaji penegakan hukum terkait tindak pidana terorisme melalui peraturan perundangan yang berlaku.

"Bagaimanakah hukum mengatur terkait penanganan tindak pidana terorisme? Bagaimanakah pembagian kewenangan dan koordinasi antarlembaga yang berwenang (Polri, TNI, BIN dan BNPT)? Sudah cukupkah UU (Undang-undang) Antiterorisme mengakomodir?" ungkapnya.

"Pendekatan empiris pun diperlukan dalam rangka memberikan gambaran bagaimana pengalaman atau proses penanganan terorisme yang sudah berjalan? Kendala-kendala yang dihadapi oleh lembaga yang diberikan kewenangan melakukan penindakan dan pencegahan. Kami sebagai dunia akademisi punya kewajiban juga untuk fasilitasi hal ini," tandasnya.


Ini Batu yang Diyakini Pengaku Nabi sebagai Nur Rasulullah SAW

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Bonus 10.000
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


JOMBANG - Tak hanya mengaku sebagai Nabi Isa, Jari ternyata membangun sebuah masjid yang berbeda dengan masjid pada umumnya. Pada bagian depan dan atas masjid dipasang beberapa gambar tokoh pewayangan.

Selain itu, di dalam masjid juga ditempatkan sebuah batu yang diakui Jari dan pengikutnya sebagai nur Nabi Muhammad SAW. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat meminta Jari membersihkan berbagai benda tersebut dari masjid, namun ditolaknya.

Jari mengaku, batu itu diperoleh dari Gunung Lawu. Menurutnya, batu itu tidak untuk disembah atau dipakai ritual, tetapi ditempatkan sebagai simbol penunjukkan dirinya sebagai Nabi Isa Habibulloh yang menyempurnakan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Namun MUI menilai gambar dan benda-benda itu sebagai unsur sinkritisme atau pencampuran tradisi dengan agama.

Lebih jauh, MUI meminta Jari segera membersihkan berbagai gambar dan batu tersebut dari masjid agar tidak mengganggu keyakinan umat Islam yang sedang beribadah di dalam masjid.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Jari membantah anggapan aneh pada pemasangan gambar-gambar wayang di masjidnya.

Menurutnya, gambar wayang itu sengaja dia pasang karena dia berasal dari Jawa. Sehingga dia ingin masjid yang dibangunnya tampak seperti masjidnya orang Jawa dan bukan masjidnya orang Arab.


Tuesday, 16 February 2016

Terlibat Tawuran, Belasan Pelajar di Kota Tangerang Diamankan

Menangkan Hadiah Angpao Dari Agen Acehpoker Online

Juara 1 Rp 15.000.000
Juara 2 Rp 5.000.000
Juara 3 Rp 1.000.000

Buruan Daftar Sekarang Disini


JAKARTA - Belasan pelajar SMK di Kota Tangerang diamankan polisi karena terlibat tawuran. Dari tangan para pelajar, polisi mengamankan beberapa senjata tajam.

Awalnya, puluhan SMA PGRI 2 Kota Tangerang melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cikokol, Kota Tangerang, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (16/2/2016) sore.

Saat yang bersamaan, puluhan pelajar SMK Yupentek juga hendak pulang sehingga kedua kubu terlibat bentrok. Tawuran baru bisa dihentikan 30 menit kemudian setelah polisi turun tangan.

Pelajar yang melihat kedatangan polisi langsung kabur ke arah rumah warga. Namun polisi terus melakukan pengejaran sehingga beberapa pelajar berhasil diamankan.

Saat dilakukan pemeriksaan dan penyisiran, petugas menemukan senjat tajam seperti celurit di semak-semak sekitar rumah warga. Diduga, celurit tersebut digunakan pelajar untuk tawuran.

Pelajar yang tertangkap, langsung dibawa ke Polres Metro Tangerang untuk dilakukan pendataan.

Salah satu pelajar SMA PGRI 2 Kota Tangerang Sigit, mengaku tidak berniat melakukan tawuran. Ketika itu dia bersama teman- temanya hendak pulang sekolah.

Namun di tengah perjalanan mereka dihadang siswa SMA Yuppentek. "Pas mau pulang, mereka menyerang, saya sama teman-teman lari,” ucapnya.

Hingga saat ini, para pelajar masih dalam pendataan petugas kepolisian Polres Metro Tangerang. Mereka juga belum diperbolehkan pulang petugas sebelum dijemput keluarga atau dari perwakilan sekolah.

Saturday, 9 January 2016

Malam Ini Peluncuran Air Mancur Terbesar di Asia Tenggara yang Kalahkan Time of Wings Singapura - Agen Judi Terpercaya

Selamat Datang di www.acehpoker.com!


Acehpoker adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik. 
Acehpoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.
Segera daftarkan diri anda disini :

www.acehbet.com / Bola
 www.aceh4d.com / Togel


Acehpoker Air mancur Sri Baduga (Situ Buleud) Purwakarta tahap dua diluncurkan di hadapan publik malam ini (9/1/2016).
Air mancur tersebut diklaim terbesar se-Asia Tenggara, mengalahkan Time of Wings, Singapura.

Dalam uji coba, tarian air mancur Sri Baduga terlihat sangat indah. Air mancur setinggi 2 menter dan 6 meter melenggak-lenggok. Sorot lampu warna-warni menambah indah penampilannya.
Malam ini, tampilan perdana air mancur Sri Baduga diperkirakan lebih cantik dan meriah. Sebab, selain atraksi air mancur, akan ada pemutaran film sengan media layar dari air mancur (aqua screen).
Selain itu, acara akan dimeriahkan pagelaraan seni dan budaya dan artis ternama. Hal ini membuat masyarakat Purwakarta dan daerah tetangganya mulai berdatangan ke Purwakarta.
Menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, pada tahap pertama, diperkenalkan area keseluruhan seluas 2 ha yang sekelilingnya dilengkapi air mancur.
Di tahap kedua, terjadi penyempurnaan terutama air mancur dan tambahan keran air minum di sekitar taman.
"Sunda sangat dekat dengan air. Hampir semua daerah di Sunda menggunakan kata depan air "ci", ungkapnya.
Dedi mengatakan, pemerintah ingin mengembangkan air mancur ini sebagai ekspresi masyarakat.
Menurut dia, air memperlihatkan keteduhan, menurunkan stres, darah tinggi. Sehingga orang yang tengah berada dalam tekanan bisa rileks dengan melihat air mancur.
"Air mancur ini lebih besar dan lebih tinggi dibanding yang lainnya. Bahkan mengalahkan Singapura," pungkas Dedi.