Showing posts with label cerita seks dewasa. Show all posts
Showing posts with label cerita seks dewasa. Show all posts

Tuesday, 5 April 2016

Promo Agen Bola Online Acehbet Terpercaya Bonus 100%

Dapatkan Bonus 100% Dari Agen Judi Online Acehbet Terpercaya


Dapatkan bonus 100% dari jumlah deposit pertama hanya khusus sportsbook SBOBET / IBCBET.
Bagaimana cara klaim??
  1. Daftar akun baru Agen Bola di www.acehbet.com
  2. Pilih jenis permainan sportsbook ( Sbobet / Ibcbet )
  3. Lakukan deposit pertama dan konfirmasi ke CS untuk mengikuti promo ini.
Syarat dan Ketentuan
  1. Minimal deposit IDR 50.000,- dan berlaku kelipatan.
  2. Maksimal bonus sebesar IDR 200.000,- per member.
  3. Syarat Withdraw harus mencapai turnover sebanyak 12x dari jumlah deposit + bonus.
  4. Turnover yang diperhitungkan SEMUA PERMAINAN SPORTSBOOK.
  5. Jika menang ½ atau kalah ½ maka turnover akan dihitung ½ nya juga, jika DRAW tidak di hitung ke dalam Turnover.
  6. Apabila kedapatan bertaruh di dua sisi ( Atas & Bawah ), maka bonus akan ditarik kembali beserta hasil kemenangan dan hanya dikembalikan modal awal.
  7. Tidak boleh Bet Parlay , jika ketahuan bet parlay bonus akan hangus beserta dana nya.
  8. Jumlah Bonus dan hasil kemenangan akan ditarik apabila deposit dan persyaratan turnover tidak terpernuhi dalam waktu 30 hari setelah bonus dimasukkan kesaldo Anda.
  9. IP Address tidak boleh sama antara satu pemain dengan pemain lainnya.
  10. Acehbet berhak membatalkan promo ini kapan saja, baik untuk semua pemain maupun individu jika terdapat kecurangan.
  11. Mengacu kepada Ketentuan dan Peraturan.
Agen Bola Acehbet Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehbet Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Bola Judi Online Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


Promo Agen Bola Online Acehbet Terpercaya Bonus 100%

Dapatkan Bonus 100% Dari Agen Judi Online Acehbet Terpercaya


Dapatkan bonus 100% dari jumlah deposit pertama hanya khusus sportsbook SBOBET / IBCBET.
Bagaimana cara klaim??
  1. Daftar akun baru Agen Bola di www.acehbet.com
  2. Pilih jenis permainan sportsbook ( Sbobet / Ibcbet )
  3. Lakukan deposit pertama dan konfirmasi ke CS untuk mengikuti promo ini.
Syarat dan Ketentuan
  1. Minimal deposit IDR 50.000,- dan berlaku kelipatan.
  2. Maksimal bonus sebesar IDR 200.000,- per member.
  3. Syarat Withdraw harus mencapai turnover sebanyak 12x dari jumlah deposit + bonus.
  4. Turnover yang diperhitungkan SEMUA PERMAINAN SPORTSBOOK.
  5. Jika menang ½ atau kalah ½ maka turnover akan dihitung ½ nya juga, jika DRAW tidak di hitung ke dalam Turnover.
  6. Apabila kedapatan bertaruh di dua sisi ( Atas & Bawah ), maka bonus akan ditarik kembali beserta hasil kemenangan dan hanya dikembalikan modal awal.
  7. Tidak boleh Bet Parlay , jika ketahuan bet parlay bonus akan hangus beserta dana nya.
  8. Jumlah Bonus dan hasil kemenangan akan ditarik apabila deposit dan persyaratan turnover tidak terpernuhi dalam waktu 30 hari setelah bonus dimasukkan kesaldo Anda.
  9. IP Address tidak boleh sama antara satu pemain dengan pemain lainnya.
  10. Acehbet berhak membatalkan promo ini kapan saja, baik untuk semua pemain maupun individu jika terdapat kecurangan.
  11. Mengacu kepada Ketentuan dan Peraturan.
Agen Bola Acehbet Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehbet Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Bola Judi Online Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


Wednesday, 9 March 2016

Walau Istri Cantik, Suami Muda dan Kaya Tetap Ingin Menceraikan

Selamat Datang Di Acehpoker Agen Judi Online Terpercaya


Acehpoker -Kisah ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi keluarga kaya yang bisa menggaji pembantu, atau bahasa keren sekarang asisten rumah tangga. Simak saja kisah seorang istri, sebut saja namanya Melati (29), warga Surabaya Jawa Timur.

Karena sudah terbiasa dilayani pembantu, eh, untuk urusan pada suami pun diminta dilayani pembantu. Akibatnya fatal bagi Melati, dia dijatuhkan talak cerai oleh sang suami, sebut saja namanya Jhon (34). Begini ceritanya....

Melati memang selama ini tidak pernah sekali pun menyentuh yang namanya cuci piring, cuci pakaian, menyapu, mengepel atau apalah yang berhubungan dengan bersih-bersih rumah. Pembantunya ada tiga. Pembantu pertama bertugas mencuci, menata dan membersihkan semua kebutuhan. Lalu pembantu kedua bagian menyuapi dan membantu memakaikan semua perlengkapan yang dipakai.

Untuk pembantu ketiga adalah si sopir yang siap mengantar ke sana ke mari. “Dua tahun lalu, bapaknya bangkrut dan dia dinikahkan dengan saya,” kata Jhon. Karena kesepakatan dua orang tua, Jhon tak pernah menolak menikah dengan Melati. Soalnya, secara pandangan mata, Melati adalah sosok wanita yang cantik, ayu dan seksi. Kulitnya putih dengan penampilan elegan.

Sebagai keluarga berada, Jhon menyatakan kalau dirinya tak pernah mempersoalkan sikap dia. Apalagi, dia yang meneruskan bisnis farmasi keluarganya juga termasuk pria supermanja.

Nah, di sinilah pangkal masalahnya. Melati jarang sekali memenuhi segala kebutuhannya. Semuanya malah disediakan oleh pembantu. Sikap ini dinilai Jhon adalah sikap yang berlebihan dan sikap manja yang tidak pantas dimiliki oleh wanita yang sudah menikah. Sedikit dikit Melati selalu memanggil pembantu.

Lihat saja saat bangun pagi untuk menyiapkan handuk. Sambil asyik main handphone dia berteriak memanggil pembantu. Untuk urusan mencarikan baju dan tas kerja, pun dia meminta pembantunya yang menyediakan. Ketika datang dari kantor juga demikian. Sang istri cantik duduk dan menonton televisi, sementara si pembantu menyediakan air hangat dan kemudian menyediakan baju tidur.



Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 

Thursday, 25 February 2016

Hore... Si Bocah Kantong Plastik Punya Jersey Asli Lionel Messi


KABUL - Masih ingat Murtaza Ahmadi? Beberapa waktu lalu ia sempat menghebohkan dunia maya karena 'menyulap' kantong plastik menjadi jersey timnas Argentina bernomor punggung 10 milik Lionel Messi.

Bocah asal Afganistan itu terpaksa mengenakan kantong plastik. Keluarganya sangat miskin hingga tak bisa membelikan Ahmadi jersey yang asli.

Namun semua berubah saat fotonya diungguh di media sosial Facebook. Dalam sekejap, ia jadi pemberitaan di berbagai penjuru dunia. Foto Ahmadi akhirnya dilihat oleh Messi dan pemain Barcelona itu merasa tersentuh dengan kondisi fans ciliknya tersebut.



Messi akhirnya mengirim jersey timnas Argentina yang sudah ditandatanganinya. Kini, Ahmadi benar-benar memiliki jersey pemain idolanya. Setelah itu sang bocah langsung narsis di akun Twitter UNICEF, lembaga bentukan PBB yang mengurus anak-anak terlantar dari berbagai negara.

"Murtaza has the real thing now! #LeoMessi helped make his dream come true & gave him signed jerseys & a football. (Sekarang Murtaza punya yang asli! #LeoMessi membantu dalam mewujudkan mimpinya jadi kenyataan dan dia memberikan tanda tangannya di bola serta jersey tersebut)," kicau UNICEF.

Ahmadi sendiri mengaku senang dengan kado istimewanya ini. Berawal dari mimpi, kini ia seakan lebih dekat dengan sang idola. "Saya cinta Messi dan di jersey ini, Messi bilang bahwa dia juga mencintai saya," ucapnya bangga.


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 




Lorenzo-Rossi Beda Pendapat Soal Motor Yamaha M1 2016


BARCELONA - Juara dunia MotoGP 2015, Jorge Lorenzo mengatakan bahwa Motor Yamaha M1 untuk musim 2016 belum menunjukan performa stabil. Sempat mendominasi di ujicoba pramusim pertama di Sirkuit Sepang, Lorenzo malah disaingi Maverick Vinales (Suzuki) dan Marc Marquez (Honda) di Phillip Island.

Lorenzo finis tercepat kesembilan pada ujicoba pramusim di Australia. Dia mencatatkan waktu 1m 29.760 detik, atau selisih 0.602 detik lebih lambat dari Marc Marquez. Padahal, selama ujicoba di Sepang, Pembalap Spanyol itu tampil sebagai pembalap tercepat. 


"Sepertinya hasil itu akan mengubah banyak kinerja motor. Kadang-kadang kami mendapat keuntungan di beberapa sirkuit, tapi di sisi lain motor masih banyak masalah. Kami harus memahami bagaimana bisa kompetitif terus seperti di Sepang," kata Lorenzo, dikutip Crash, Kamis (25/2/2016).

Sementara Lorenzo mengeluhkan bahwa motor Yamaha M1 belum stabil di semua lintasan, Rossi mengatakan bahwa hal tersebut sangatlah wajar. Menurut pembalap berjuluk The Doctor, itulah pentingnya melakukan ujicoba motor sebelum grandprix dimulai.

"Saya berpikir bahwa keseimbangan motor dapat berubah dari satu lintasan ke lintasan yang lain. Untuk alasan ini, penting untuk menguji tiga trek sebelum dimulainya kejuaraan," kata Rossi.

Ujicoba pramusim memang akan digelar di tiga lintasan berbeda. Setelah Sepang dan Phillip Island, ujicoba pramusim akan digelar di Sirkuit Losail, Qatar pada bulan Maret mendatang.


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 


Insiden Melintir Jadi Pelajaran Berharga Rio Haryanto Jelang GP Australia


BARCELONA - Rio Haryanto tak patah semangat meski melintir dua kali selama tes pramusim pertama Formula 1 di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Pembalap Indonesia tersebut mengaku justru dapat pelajaran berharga dalam debutnya di pentas jet darat kelas tertinggi itu.

Rio sempat melintir dari lintasan Sirkuit Catalunya di hari terakhir pengujian, Kamis (25/2/2016). Insiden itu jadi yang kedua dialami pembalap Manor Racing setelah sempat mengalami hal serupa pada Rabu (24/2).

Pembalap berusia 23 tahun asal Solo itu menilai insiden tergelincirnya bukanlah masalah berarti. Janji bakal bangkit, Rio mengaku juga sudah mendapat pelajaran berharga dari dua hari pengujiannya.


"Saya masih belajar dan sudah dua hari saya lakukan. Saya akan belajar lebih banyak lagi sebelum menatap Grand Prix pertama (di Australia, Red)," katanya dilansirEurosport, Jumat (26/2/2016).

"Kemarin saya sudah belajar banyak bersama tim dan hari ini saya sudah mendapat banyak pelajaran. Hari demi hari saya gunakan untuk belajar di mana saya percaya akan berkembang lebih banyak lagi. Biar bagaimana pun saya baru pertama kalinya menjajal mobil ini," pungkasnya.


Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 



Wednesday, 24 February 2016

Pembalap Suzuki Ancam Keluarkan Potensi Terbaiknya

Judi Online Acehpoker.com :


PHILLIP ISLAND - Gemilangnya penampilan Maverick Vinales di pengujian MotoGP Australia membuatnya percaya diri menatap musim balap 2016. Dalam sebuah wawancara, pembalap Spanyol itu menyebut potensi terbaiknya belum keluar seratus persen.

Vinales yang jadi andalan Suzuki, sempat jadi yang tercepat di pengujian Australia pekan lalu. Menurutnya, ia berhasil mengasapi pembalap lain setelah menguasai Sirkuit Phillip Island.

Vinales mengaku tes di Negeri Kangguru selalu membuatnya nyaman. Berikut petikan wawancara pembalap berusia 21 tahun yang dilansir dari situs resmi MotoGP soal pengujian dan harapannya bersama Suzuki.

Pertama selamat atas keberhasilan jadi yang tercepat selama tes di Phillip Island. Sekarang bagaimana kondisi fisik dan mental Anda jelang musim baru bergulir?
Terima kasih, yang pasti saya merasa mengalami perkembangan performa di atas motor yang memberi saya kenyamanan menjalani tes. Fisik saya bagus dan sejujurnya tes di Phillip Island selalu membantu saya. Sirkuit itu sudah saya kenali dengan baik dan bisa melakukan apapun di sana.

Di Sepang (Malaysia), Anda mendapat hasil bagus, tetapi di Phillip Island juga mengakhirinya dengan baik. Apakah ini dua tes terbaik Anda musim ini?
Jadi yang tercepat di Australia memberi motivasi ekstra kepada para tim untuk menuju Qatar. Meski cuaca tidak cukup baik, kami mencoba banyak hal seperti menjajal sasis baru dan perangkat elektronik. Kami masih mencari detil lagi untuk mengembangkan motor yang mana jadi bagian penting. Potensi terbaik kami belum muncul, kami harus bekerja keras lagi dan menggunakan waktu dengan baik sebelum balapan pertama.

Anda bisa meraih waktu terbaik dengan frame motor 2015. Bagaimana potensi motor 2016?
Cuaca tidak mendukung kami untuk melakukan yang terbaik, tapi perubahannya cukup positif. Saya kira sasis Suzuki jadi salah satu yang terbaik dan mesin sekarang juga makin kompetitif. Kami bisa membuat langkah lebih baik lagi.

Anda bersiap menjajal terakhir kalinya teknologi Seamless Gearbox?
Kami tidak menguji semuanya sekaligus. Hanya Tsuda dan test rider yang menggunakannya di Australia. Suzuki sekarang sedang menganalisa data motor kami.

Melihat perkembangan Anda sejak akhir musim lalu hingga awal musim ini, itu jadi langkah terbaik anda bersama Suzuki. Apa harapan ke depannya?
Secara pribadi, saya merasa makin dewasa dan siap melewati periode rookie di 2015. Sekarang kami menatap ke depan untuk hasil yang lebih baik lagi. Saya bisa jelaskan kebutuhan saya kepada para mekanik agar bisa menemukan solusi. Dan saya senang bekerja di sini.

Anda mengakhiri musim lalu tanpa naik ke podium. Apakah itu cukup mengecewakan?
Tujuan kami adalah finish di posisi enam besar setiap balapan, jadi selanjutnya kami berharap bisa naik ke podium. Jika kami bekerja seratus persen, saya yakin bisa bersaing dengan pembalap papan atas. Masih terlalu dini bicara apakah ini mengecewakan atau tidak, kami akan kerja keras untuk meraihnya.

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 


Kawasaki Z125 Pro Resmi Meluncur dengan Banderol Rp29.9 Juta

Judi Online Acehpoker.com :
Kawasaki Z125 Pro Resmi Meluncur dengan Banderol Rp29.9 Juta


Hari ini PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Resmi memperkenalkan motor teranyarnya Kawasaki Z125 Pro. Hadir dengan bentuk fisik yang mini, Z125 dibekali dengan mesin berkapasitas 125cc yang bisa tergolong besar untuk kelas mini bike.

Di import langsung dari Thailand ke Indonesia, Z125 Pro hadir dengan dua varian warna yakni candy lime green dan candy burn orange.

"Z125 Pro adalah produk yang sangat menarik untuk para pecinta Kawasaki dan melalui model ini kami juga ingin membuktikan bahwa kita selalu menjadi pemimpin untuk produk yang tidak ada di pasaran. Jadi model ini sangat unik karena belum ada brand manapun yang memiliki produk seperti ini," ujar Deputy Head Sales & Promotion PT KMI, Michael Thanady, saat peluncuran Z125 Pro, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Rabu (24/2/2016).

Dirinya menambahkan, selain bisa menyalurkan hoby, motor ini juga sangat cocok untuk digunakan sehari-hari dengan padatnya lalu lintas perkotaan.

Z125 hadir dengan desain knalpot layaknya moge serta suspensi depan yang sudah menggunakan upside down, monoshock dibagian belakang serta penggunaan dual disc dengan velg berpalang. Selain itu, Kawasakai juga melengkapinya dengan teknologi Fuel Injection serta penggunaan kopling manual seperti motor sport varian Pro.

Ada juga speedometer digital yang dikombinasikan dengan takometer analog serta stoplamp LED berbentuk Z yang terpasang pada bagian belakang motor.

Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, Z125 Pro dibanderol dengan harga Rp 29.900.000 dan akan mengalami kenaikan harga menjadi Rp 30.800.000 setelah ajang Jakarta Fair Juli mendatang.

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini 



Saipul Jamil Akhirnya Mengaku Minta Di "Karaoke"

Selamat Datang Di Acehpoker Agen Judi Online Terpercaya


Acehpoker - Penyanyi dangdut terkenal, Saipul Jamil, Akhirnya mengakui perbuatan tak senonohnya terhadap seorang ABG berumur 17 tahun, Dalam pemeriksaan setelah adanya pelaporan dari orang tua korban, Saipul mengaku khilaf dengan perbuatan tersebut.

Duda dari Dewi Persik itu pun dengan lemas menjawab sembari mengangguk-anggukkan kepala. Dia pun akhirnya mau mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya.

"Saya khilaf," tutur Saipul Jamil dengan nada lemah.

Berdasarkan laporan yang ada di kepolisian, korban pertama kali bertemu duda Dewi Persik itu di sebuah acara musik dangdut sekitar 2 atau 3 minggu lalu.

"Kurang lebih 2-3 minggu lalu, korban dan pelaku diduga sudah 3 kali ketemu. Di situ korban mengaku bahwa disuruh mijit oleh Saipul Jamil, setelah itu ada permintaan-permintaan hoho hihi," terang Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly.

Sementara saat kejadian, korban dan rekannya bertandang ke kediaman Ipul di Jalan Kelapa Puan Timur, RW 12 Kelurahan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Utara. Korban yang masih berstatus pelajar menelepon orangtuanya pukul 04.00 WIB. Dia menceritakan tentang kelakuan Saipul Jamil yang kurang ajar tersebut.

Dia mengaku telah dipaksa 0r4l s3k5 oleh Saipul Jamil.

Mengetahui hal itu, keluarga korban mendatangi rumah Ipul dan memergokinya sedang melakukan oral seks ke anaknya. Orangtua DS kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kelapa Gading. Polisi sedang melakukan visum terhadap korban.

"Sementara baru satu korban yang ada. Saat ini, ada tiga saksi yang sedang di periksa, N, AR, dan AM. Dua asisten dan satu pembantu," ujarnya pada wartawan, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, dari ketiga saksi yang diperiksa itu, satu saksi diantaranya melihat Saipul Jamil memaksa agar anunya di "karaoke" oleh korban.

Saat ini, saksi itu pun masih dimintai keterangannya secara intensif. "Ada saksi yang melihat si SJ ini. Dia pembantu dan masih diperiksa, mohon sabar," tutupnya.

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini
Ayo Buruan Dapatkan Bonus-Bonus Terbesar Di Agen Acehpoker

Tuesday, 23 February 2016

Ini Foto Cewek-cewek Hotel Alexis Lantai 7 Yang Dibilang Surga Dunia Ma Ahok

Selamat Datang Di Acehpoker Agen Judi Terpercaya


Acehpoker - Bahkan, Ahok menyebut dengan jelas, bahwa salah satu lantai yang hotel itu yakni lantai 7 merupakan tempat para penikmat lendir untuk menikmati bidadari surga dunia.

"Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? ada, prostitusi artis di mana? di hotel. Di Alexis itu lantai 7 nya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Berdasarkan informasi dikutip masterberita.com, perkataan Ahok ada benarnya. Sebut saja Tomo, lajang asal Bogor ini tidak menampik 'surga dunia' yang disebut Ahok. Dia menceritakan pengalamannya bertandang ke hotel yang terletak di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Tomo menyebut Hotel Alexis tempat melepas penatnya hidup di Jakarta. Bagaimana tidak, hotel itu menawarkan berbagai fasilitas hiburan yang memanjakan kaum adam, termasuk urusan pelampiasan syahwat.

Dia tidak segan menyebut hotel ini benar-benar maksimal menyediakan fasilitas hiburan malam yang dibutuhkan pengunjung. Mulai dari bar yang dilengkapi minuman alkohol berbagai jenis dan merek, diskotek dengan para DJ wanita seksi, spa, lounge dan kolam air hangat.

"Ya kalau dibilang surga, benar itu," singkatnya sambil tertawa saat berbincang dengan merdeka.com, semalam.

Setelah memarkir kendaraan di area yang disediakan, petugas keamanan akan mengarahkan tamu sesuai tujuan kedatangan. Misalnya, kalau tamu ingin menghabiskan malam di diskotek, akan diarahkan ke lantai 1. 'Surga' di lantai 7 bisa langsung dicapai dengan lift penghubung antara area parkir dan lokasi lantai. Tapi, kata dia, penjagaan sangat ketat.

"Begitu sampai di lantai 7, tidak boleh ada kamera. Kalau kelihatan handphone dipakai buat motret, langsung diambil security," katanya.

Keluar dari lift di lantai tujuh, tamu akan disambut ruangan luas dengan lantunan musik santai. Wanita-wanita berpakaian minim nampak menunggu di sofa empuk yang disediakan mengelilingi lantai tersebut. Ibarat etalase. Kebanyakan diimpor dari negara lain. Yang terkenal di hotel itu, kata dia, mereka yang diimpor dari Uzbekistan.

"Mereka duduk berkelompok. Ada yang kelompok dari China, Uzbekistan, Thailand, dan lokal juga ada. Mereka tidak berbaur karena keterbatasan bahasa. Mereka enggak bisa bahasa Inggris," imbuhnya.

Di lantai yang dikenal dengan sebutan lounge itu, tamu bisa bersantai duduk di sofa terlebih dulu. Biasanya tamu memesan minuman, mulai dari minuman soda sampai wine, sambil mengarahkan pandangan ke arah perempuan yang duduk di sudut lain. Transaksi dilakukan di lantai 7.

"Tarifnya kalau yang China dulu itu sekitar Rp 2,1 juta. Kalau yang lokal dulu sekitar Rp 1 juta. Mungkin sekarang sudah naik," katanya.

Foto-foto Hotel Alexis Lantai 7:




Monday, 22 February 2016

Polisi Resmi Tetapkan Daeng Azis sebagai 'Muchikari' Kalijodo, Begini kata polisi!

Judi Online Acehpoker.com - Penyidik Polda Metro Jaya sudah menetapkan Abdul Aziz atau yang akrab Daeng Aziz sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini terkait kasus perdagangan wanita.


"Daeng Aziz sudah kami tetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus prostitusi," Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat dikutip hatree.net, Senin (22/2/2016).

Krishna belum bisa menyampaikan lebih detil terkait perkara dugaan prostitusi yang dilakukan Aziz. Krishna juga belum bisa memastikan berapa jumlah wanita yang sudah diperdagangkan oleh Aziz sebagai PSK.

"Banyak," ucapnya singkat. "PSK-nya kebanyakan dari daerah Jawa Barat," tambahnya. 



Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Anda Bisa Langsung Daftar Disini

Thursday, 18 February 2016

Gagal Selundupkan Narkoba Rp 12 Triliun di Bra

Agen Poker Judi Online Terpercaya Di Seluruh Indonesia
Acehpoker Hadir Untuk Anda Semua Pecinta Permainan Kartu POKER ONLINE Yang Khususnya Berada DiAsia
Dengan System Teknologi Baru & Server Kecepatan Max Akan Membuat Permainan Anda Lebih Seru
Bonus 10.000
Anda Bisa Langsung Daftar Disini


SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. (AFP/Reuters/CNN/sha/c17/ami/flo/jpnn)
0 share
0 tweet
0 +1
0 komentar

SYDNEY – Pihak kepolisian Australia mendapat tangkapan besar. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan metamfetamin cair senilai AUS 1,26 miliar (Rp 12,14 triliun). Obat terlarang yang biasa disebut kristal itu disembunyikan dalam kiriman paket berkardus-kardus bra. Kasus tersebut diklaim sebagai operasi penggagalan penyelundupan sabu-sabu cair terbesar di Australia.

Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Chris Sheehan mengungkapkan, operasi penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan obat terlarang itu dimulai Desember 2015 lalu. Baru pada Januari akhirnya Pasukan Perbatasan Australia melihat adanya kontainer yang mencurigakan di Pelabuhan Sydney.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata kontainer tersebut berisi paket bra baru yang bisa dimasuki gel. Biasanya, gel atau silikon itu dipakai sumpalan agar pemakainya terlihat lebih berisi. Sekilas memang tak ada yang aneh. Namun, yang menjadi masalah, di balik gel itulah disembunyikan metamfetamin cair.

’’Totalnya mencapai 190 liter,’’ ujar Sheehan. Dalam kasus tersebut, seorang warga Hongkong berusia 33 tahun diamankan.

Penemuan itu dipakai untuk melakukan penyelidikan lebih dalam. Hasilnya, kepolisian Australia kembali menemukan 530 liter metamfetamin cair yang disembunyikan di sebuah gudang. Biasanya, gudang tersebut dipakai untuk tempat penyimpanan perlengkapan. Dua warga Hongkong dan seorang warga Tiongkok daratan akhirnya diamankan.

’’Kami menduga bahwa orang-orang yang kami tangkap ini bukanlah sekadar pemain kecil, tapi mereka memegang peranan penting dalam jaringan kriminalitas,’’ tegas Sheehan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dihukum seumur hidup.

Sheehan menjelaskan, pihak AFP bekerja sama dengan Komisi Kontrol Narkotika Nasional Tiongkok. Operasi gabungan tersebut awalnya hanya menargetkan pasar metamfetamin yang tengah booming. Selain itu, kerja sama tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan metode penyembunyian, rute penyelundupan, serta para sindikat yang mengirimkan metamfetamin dari Tiongkok menuju Australia.

Keberhasilan operasi penangkapan tadi berselang beberapa bulan setelah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan bahwa Australia telah mengucurkan anggaran AUS 300 juta (Rp 2,9 triliun) untuk strategi memerangi penggunaan metamfetamin.

Bukan tanpa alasan Turnbull mengucurkan dana sebanyak itu. Sebab, baru-baru ini ada laporan yang mengungkapkan bahwa pengguna narkoba jenis itu di Australia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Laporan dari internal pemerintah Australia tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba pada 2013 mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu naik dua kali lipat dibanding 2007. Komisi Kriminal Australia bahkan menyebutkan, penduduk Australia bahkan membayar lebih tinggi untuk 1 gram metamfetamin. Di Tiongkok, harga 1 gram kristal Rp 1 juta, sedangkan di Australia Rp 6,7 juta. JPNN